Skip to main content

Wajah Lain dari Ibu Kota Provinsi Papua Barat :Manokwari

Manokwari adalah ibu kota Provinsi Papua Barat, Indonesia. Manokwari juga merupakan ibu kota Kabupaten Manokwari. Kota ini memiliki luas wilayah 1.556,94 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 210.488 jiwa.

Manokwari terletak di pantai utara Daerah Kepala Burung Pulau Papua. Kota ini merupakan salah satu kota bersejarah bagi masyarakat Kristen di Papua karena pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang penginjil mendarat di Pulau Mansinam dan memulai karya penyebaran agama Kristen Protestan di kalangan suku-suku yang masih suka berperang satu sama lain. Pulau Mansinam dapat dicapai dengan menyewa kapal atau speedboat dari Pelabuhan Ketapang, di jalan Pasir Putih. Manokwari membentang di Teluk Doreri, dan di tengah perbukitan rendah didominasi oleh pegunungan Arfak di selatan.

Kota ini hampir sama dengan kota lain di Papua, menghadap ke laut dan memunggungi pegunungan.

Sumber Foto 
(https://indonesiana.tempo.co/read/26132/2014/12/01/ipul.ji/berdiri-di-pintu-manokwari)
Sumber Foto 
(https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pegunungan_Arfak_from_Manokwari.jpg)

Dibalik keindahan Itu ada wajah kota ini yang terlupakan,Adalah Sampah menjadi hal yang terlupakan oleh berbagai pihak,Keindahan kota ini seakan tercemar dangan Sampah yang di buang di pingiran jalan dan laut sepanjang PasarWosi,Laut yang tercemar,dengan tangan-tangan yang tidak bertangung jawab,Tepat di pingiran jalan sampah menumpuk setiap orang yang melewati tempat itu seakan lupa kalau ada sesuatu yang mereka biarkan dan di anggap biasa saja,sayang sekali kota ini tercemari dengan sampah sesuatu pemandangan yang terlupakan dan cenderung di biarkan saja.
 Berikut adalah foto-foto sampah yang di buang :



Mari sama-sama jaga keindahan kota ini,dengan cara tidak membuang sampah sembarang,tapi buang pada tempatnya, sampah-sampah lain yang bisa  di musnahkan seperti sampah pelastik dan sampah lain yang bisa kita musnahkan sendiri dengan cara di bakar,jangan kotori laut dan kota ini dengan sampah,Karena Laut bukan tempat sampah.

Comments

Popular posts from this blog

DOMMY FENETIRUMA (ABRESO BAND) BULAN TERANG DI PANTAI BASE G

Download Mp3 DOMMY FENETIRUMA BULAN TERANG DI PANTAI BASE-G

TOKOH PENDIDIK ORANG PAPUA

Pdt.I.S.Kijne & Istri Nama Wasior mulai dikenal luas ketika Pdt. Izaac Samuel Kijne mendirikan Sekolah Zending di Wondama pada 1925. Ia pindah dari Marsiman, tempat Injil masuk pertama kali di Papua pada 5 Februari 1855. Tahun 1857 Ottow dan Geissler membuka sekolah untuk mengajar anak-anak dan orang dewasa Papua tentang Injil dan etika hidup sebagai orang Kristen. Pusatnya di rumah zending dan gereja. Salah satu yang paling dikenal di Wondama adalah Batu Peradaban yang diletakkan oleh Pdt. I.S. Kijne dengan pesannya: "Di atas batu ini, saya meletakkan peradaban orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri” (Wasior, 25 Oktober 1925). Pesan religius Kijne selaku Bapak Peradaban orang Papua ini memiliki makna bahwa orang Papua akan tampil sebagai pemimpin di atas tanahnya sendiri. Selain Batu Peradaban, di Miei juga ada Batu Inspirasi. Menurut ...

Lagu Rohani-Trio Ambisi Setia Bekerja

 Lirik lagu Trio Ambisi  Setia Bekerja Banyaklah gunung ngarai dan lembah sungai yang besar dan telaganya pesisir pantai dan pulau-pulau disitulah kami bekerja kami bekerja bagimu Tuhan di kota sampai pedalaman membawa injil kerajaanmu bagi semua umat manusia Puji syukur bagimu Tuhan gembalaku bri berkatmu dan tuntun kami briku setia mengabdi bagimu dalam GKI di Tanah Papua Download Lagu Rohani-Trio Ambisi Setia Bekerja.mp3